
Informasi kependudukan dan posyandu saat ini merupakan bagian penting bagi suatu daerah, dengan sistem otonomi daerah yang diatur pada UU No. 32 Tahun 2004 menunjukkan bahwa kuantitas penduduk termasuk balita merupakan potensi daerah yang harus ditingkatkan dan dari segala aspek. Di Kabupaten Bantul mayoritas sistem kependudukan dan posyandu untuk tingkat kecamatan sampai pedukuhan masih belum terkomputerisasi, hal ini menyebabkan informasi yang ada di Tingkat Kabupaten Bantul menjadi tidak akurat.
Saat ini kendala yang dihadapi adalah ketidakakuratan informasi menyebabkan pemerintah daerah kesulitan memberikan penyuluhan, dana stimulan pembangunan dan kesejahteraan berbagai sektor lainnya serta bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah di tingkat pedukuhan. Di Pedukuhan Plawonan sendiri terdiri dari empat posyandu dari sepuluh RT, hal ini masih jauh di bawah normal dimana idealnya satu dasa wisma atau sepuluh rumah memiliki satu posyandu (tempointeraktif.com, Agustus 2006). Saat ini Pedukuhan Plawonan memiliki kurang lebih 1000 cacah jiwa terdiri dari berbagai usia yang masih belum tercatat dengan baik (Data Statistik Pedukuhan Plawonan, November 2006).
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dalam penelitian ini permasalahan diselesaikan dengan menggunakan kelebihan teknologi informasi menggunakan model Basis Data Relasional. Model basis data relasional, menjelaskan kepada pemakai tentang hubungan logik antar data dalam basis data dengan cara memvisualisasikan ke dalam bentuk tabel yang terdiri dari sejumlah baris dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu.
Kata Kunci: Kependudukan, Desa Argomulyo, Sistem Informasi