
Desa Krandegan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, berhasil meraih penghargaan sebagai Desa Digital Unggulan dalam ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Prestasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi digital yang dilakukan secara berkelanjutan di tingkat desa. Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari peran pendampingan akademik, di mana Desa Krandegan merupakan desa binaan Program Studi PSTI Universitas Muhammadiyah Purworejo yang turut berkontribusi dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi.
Transformasi digital di Desa Krandegan telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan menyentuh berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, ekonomi, lingkungan, sosial, hingga pertanian. Pada sektor pemerintahan, layanan administrasi kini telah berbasis digital, sehingga memberikan kemudahan akses, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat transparansi bagi masyarakat.
Dalam bidang ekonomi, desa mengembangkan berbagai platform digital seperti marketplace lokal, toko online, serta layanan berbasis internet yang mendukung aktivitas usaha masyarakat. Inovasi ini tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara signifikan.
Sementara itu, pada sektor lingkungan, pemanfaatan teknologi diwujudkan melalui sistem peringatan dini bencana, pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis, serta penggunaan alat pemantau kondisi cuaca. Pada aspek sosial, desa juga menghadirkan layanan chatbot untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi secara cepat dan responsif.
Di bidang pertanian, penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dimanfaatkan melalui penggunaan pompa air tenaga surya yang mampu membantu petani dalam mengatasi permasalahan irigasi, khususnya saat musim kemarau. Selain itu, pembangunan infrastruktur jaringan fiber optik desa memungkinkan akses internet yang merata hingga ke seluruh wilayah, termasuk penyediaan layanan internet gratis di beberapa titik publik.
Peran PSTI Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai mitra pendamping turut memperkuat proses transformasi ini, terutama dalam hal pengembangan sistem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta implementasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan desa. Sinergi antara pemerintah desa dan institusi pendidikan ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mewujudkan ekosistem desa digital yang berkelanjutan.
Perjalanan Desa Krandegan menuju desa digital tidak berlangsung secara instan. Pada masa sebelumnya, desa ini masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam hal literasi teknologi dan infrastruktur. Namun, melalui komitmen yang kuat, kolaborasi lintas pihak, serta pendampingan berkelanjutan, Desa Krandegan berhasil bertransformasi menjadi desa mandiri yang kini menjadi percontohan di tingkat nasional.
Dampak dari transformasi digital tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat, baik dalam peningkatan kualitas layanan publik, transparansi pemerintahan, maupun pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, angka kemiskinan mengalami penurunan, sementara pendapatan desa menunjukkan peningkatan yang signifikan. Saat ini, Desa Krandegan tidak hanya dikenal sebagai desa mandiri, tetapi juga menjadi tujuan studi banding bagi berbagai daerah yang ingin mengembangkan konsep desa digital.
Tinggalkan Komentar