Penulis: Murhadi

  • Dosen PSTI UM Purworejo Jadi Narasumber Diklat Digitalisasi Pembelajaran MGMP Bahasa Indonesia

    Dosen PSTI UM Purworejo Jadi Narasumber Diklat Digitalisasi Pembelajaran MGMP Bahasa Indonesia

    Purworejo, 20 April 2026 — Dosen Program Studi Teknologi Informasi (PSTI) Universitas Muhammadiyah Purworejo, Murhadi, S.Pd.T., M.Eng., menjadi narasumber dalam kegiatan Diklat Digitalisasi Pembelajaran Interaktif yang diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo.

    Kegiatan ini berlangsung pada Senin (20/4) pukul 13.00–15.00 WIB di SMP Negeri 4 Purworejo dan diikuti oleh para guru Bahasa Indonesia tingkat SMP se-Kabupaten Purworejo. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan.

    Diklat diawali dengan pengenalan penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) yang merupakan bantuan dari pemerintah. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan secara langsung dengan fitur dan fungsi PID, serta bagaimana perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. Selanjutnya, kegiatan berlanjut pada pemaparan mengenai konsep digitalisasi pembelajaran interaktif dengan mengoptimalkan penggunaan PID sebagai media utama.

    Dalam penyampaiannya, Murhadi menekankan bahwa teknologi seperti PID bukan hanya alat bantu visual, tetapi juga sarana untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan partisipatif. Ia juga memberikan contoh praktik penggunaan media digital yang dapat langsung diterapkan oleh guru di kelas.

    “Digitalisasi pembelajaran bukan sekadar menggunakan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas interaksi dan pemahaman siswa,” jelasnya.

    Selama sesi berlangsung, peserta активно berdiskusi dan mencoba langsung penggunaan PID dalam simulasi pembelajaran. Interaksi yang intens antara narasumber dan peserta membuat suasana pelatihan menjadi hidup dan dinamis.

    Salah satu pengurus MGMP Bahasa Indonesia bahkan menyampaikan apresiasi terhadap materi yang diberikan. “Teman-teman katanya kurang waktunya belajar sama panjenengan. Luar biasa sekali,” ungkapnya, menggambarkan antusiasme peserta terhadap penyampaian materi oleh narasumber.

    Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, sehingga mampu menciptakan proses belajar mengajar yang lebih inovatif, efektif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

    Melalui kegiatan ini, MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Purworejo kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi di lingkungan sekolah.

  • Krandegan Jadi Pemenang Desa Digital Unggulan

    Krandegan Jadi Pemenang Desa Digital Unggulan

    Desa Krandegan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, berhasil meraih penghargaan sebagai Desa Digital Unggulan dalam ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Prestasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi digital yang dilakukan secara berkelanjutan di tingkat desa. Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari peran pendampingan akademik, di mana Desa Krandegan merupakan desa binaan Program Studi PSTI Universitas Muhammadiyah Purworejo yang turut berkontribusi dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi.

    Transformasi digital di Desa Krandegan telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan menyentuh berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, ekonomi, lingkungan, sosial, hingga pertanian. Pada sektor pemerintahan, layanan administrasi kini telah berbasis digital, sehingga memberikan kemudahan akses, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat transparansi bagi masyarakat.

    Dalam bidang ekonomi, desa mengembangkan berbagai platform digital seperti marketplace lokal, toko online, serta layanan berbasis internet yang mendukung aktivitas usaha masyarakat. Inovasi ini tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara signifikan.

    Sementara itu, pada sektor lingkungan, pemanfaatan teknologi diwujudkan melalui sistem peringatan dini bencana, pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis, serta penggunaan alat pemantau kondisi cuaca. Pada aspek sosial, desa juga menghadirkan layanan chatbot untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi secara cepat dan responsif.

    Di bidang pertanian, penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dimanfaatkan melalui penggunaan pompa air tenaga surya yang mampu membantu petani dalam mengatasi permasalahan irigasi, khususnya saat musim kemarau. Selain itu, pembangunan infrastruktur jaringan fiber optik desa memungkinkan akses internet yang merata hingga ke seluruh wilayah, termasuk penyediaan layanan internet gratis di beberapa titik publik.

    Peran PSTI Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai mitra pendamping turut memperkuat proses transformasi ini, terutama dalam hal pengembangan sistem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta implementasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan desa. Sinergi antara pemerintah desa dan institusi pendidikan ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mewujudkan ekosistem desa digital yang berkelanjutan.

    Perjalanan Desa Krandegan menuju desa digital tidak berlangsung secara instan. Pada masa sebelumnya, desa ini masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam hal literasi teknologi dan infrastruktur. Namun, melalui komitmen yang kuat, kolaborasi lintas pihak, serta pendampingan berkelanjutan, Desa Krandegan berhasil bertransformasi menjadi desa mandiri yang kini menjadi percontohan di tingkat nasional.

    Dampak dari transformasi digital tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat, baik dalam peningkatan kualitas layanan publik, transparansi pemerintahan, maupun pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, angka kemiskinan mengalami penurunan, sementara pendapatan desa menunjukkan peningkatan yang signifikan. Saat ini, Desa Krandegan tidak hanya dikenal sebagai desa mandiri, tetapi juga menjadi tujuan studi banding bagi berbagai daerah yang ingin mengembangkan konsep desa digital.

  • PSTI UM Purworejo Dampingi Desa Krandegan dalam Kunjungan Lapangan Lomba Desa Digital di 6 Besar Nasional

    PSTI UM Purworejo Dampingi Desa Krandegan dalam Kunjungan Lapangan Lomba Desa Digital di 6 Besar Nasional

    Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melalui Pusat Pengembangan Daya Saing Desa (Pusdaing) kembali menyambangi Desa Krandegan. Kunjungan kali ini merupakan agenda verifikasi lapangan untuk penilaian 6 besar Lomba Desa Digital Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kemendes PDT. Dalam kesempatan ini, Program Studi Teknologi Informasi (PSTI) Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo turut mendampingi Desa Krandegan, menunjukkan kolaborasi erat dalam pengembangan inovasi digital di desa tersebut.

    Rombongan Kemendes PDT dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Pengembangan Daya Saing Desa (Kapusdaing), Drs. H. Luthfie Latief, M.Si., didampingi staf. Desa Krandegan selaku tuan rumah didampingi oleh berbagai pihak, termasuk Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo, Kepala DPPPAPMD, Tenaga Ahli, Kominfo, Camat Bayan beserta Forkopimcam, Ketua Polosoro Bayan, BPD Krandegan, Tim IT dan kader digital, serta kader posyandu. Kehadiran Ketua Program Studi Teknologi Informasi UM Purworejo, Bapak Murhadi, S.Pd.T., M.Eng., yang juga seorang peneliti bidang Smart City dan Smart Village, menjadi bukti nyata dukungan akademis terhadap digitalisasi di Krandegan.

    Dalam sambutannya, Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Kemendes PDT yang telah memilih Desa Krandegan sebagai salah satu dari 6 besar Lomba Desa Digital. Dwinanto juga mengapresiasi semua pihak yang telah membantu membangun digitalisasi di Krandegan. “Digitalisasi kami tidak mewah, tapi kami pastikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Dwinanto, sembari menceritakan perjalanan Krandegan membangun digitalisasi dari nol hingga menjadi tujuan studi tiru desa-desa se-Indonesia.

    Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Bupati Purworejo melalui sambutan resmi yang dibacakan oleh Kepala DPPAPMD, Laksana Sakti, A.P., M.Si. Pemda Purworejo berkomitmen mendukung program digitalisasi desa yang membawa manfaat bagi masyarakat dan akan menjadikan Desa Krandegan sebagai role model bagi desa lainnya.

    Senada dengan Bupati, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo, H. Budi Sunaryo, S.Sos., juga menyatakan kebanggaannya. Ia menegaskan bahwa DPRD bersama Pemda Purworejo akan mendukung digitalisasi desa dengan kebijakan dan anggaran. Bahkan, dalam rapat pembahasan anggaran 2026, telah disepakati penambahan anggaran Rp200 juta untuk Desa Krandegan sebagai bentuk dukungan nyata.

    Acara inti kunjungan berupa sambutan, pengarahan, dan penilaian oleh Kapusdaing, Luthfie Lathief. Ia memaparkan tujuan Lomba Desa Digital sebagai pendorong bagi lebih dari 75 ribu desa di Indonesia untuk maju melalui digitalisasi. Luthfie juga menekankan pentingnya dukungan penuh dari kepala desa, pemda, atau pemprov, seperti yang terlihat di Desa Krandegan.

    Pada sesi presentasi, Kepala Desa Krandegan memaparkan berbagai aspek digitalisasi yang telah diterapkan, meliputi bidang pemerintahan, ekonomi, lingkungan, sosial kemasyarakatan, dan pertanian. Inovasi yang didukung oleh PSTI UM Purworejo, seperti chatbot berbasis AI, CCTV online, pasar jasa, IoT untuk lampu kantor, jalan dan pompa, serta buku tamu digital, turut dipresentasikan. Layanan lain yang juga ditampilkan adalah surat online, administrasi online, lapak desa, toko online, pembayaran online, panic button, early warning system banjir, irigasi berbasis tenaga surya. Di akhir sesi, Kepala Desa Krandegan bersama tim IT dan kader posyandu memperkenalkan aplikasi terbaru mereka, SIPenting (Sistem Informasi Pemantauan Stunting). “Kami mencoba menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat kami dengan digitalisasi dan kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, swasta, media, dan dunia pendidikan,” jelas Dwinanto.

    Acara yang berlangsung hangat dan dinamis ini ditutup dengan kunjungan ke lokasi pembangkit listrik tenaga surya untuk irigasi, dilanjutkan dengan makan siang dan ramah tamah. Keberhasilan Desa Krandegan masuk dalam 6 besar Lomba Desa Digital Nasional menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi demi kemajuan masyarakat.

  • UM Purworejo Latih Guru dan Kepala Sekolah Dasar Karanganyar, Kebumen tentang Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI)

    UM Purworejo Latih Guru dan Kepala Sekolah Dasar Karanganyar, Kebumen tentang Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI)

    Karanganyar, Kebumen — Universitas Muhammadiyah Purworejo (UM Purworejo) menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan di era digital dengan menggelar pelatihan bertajuk “Implementasi Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Guru dan Kepala Sekolah Dasar” di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen.

    Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 28 Mei 2023, bertempat di SDN 3 Jatiluhur, Kecamatan Karanganyar, dan dihadiri oleh 65 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah dari berbagai SD di wilayah tersebut. Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Komunitas Belajar “Kombel Kemepyar” serta didukung oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Karanganyar.

    Sambutan dan Pembukaan Kegiatan

    Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ibu Siti Mutmainah, S.Pd., selaku Pengawas Pendamping Sekolah Kecamatan Karanganyar, yang menyampaikan pentingnya kesiapan guru dan kepala sekolah dalam menghadapi era transformasi digital di lingkungan pendidikan dasar. “Kita perlu menyiapkan guru-guru yang tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi yang berkembang,” tegasnya.

    Sambutan kedua disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo, Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., yang juga menjadi bagian dari tim pelaksana. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya literasi digital di kalangan guru dan kepala sekolah. “Pendidikan saat ini harus mencetak generasi yang bukan hanya siap kerja, tapi juga siap berinovasi. Coding dan AI harus dikenalkan sejak dini sebagai bagian dari kesiapan itu,” ungkapnya.

    Sesi Materi dan Praktik Lapangan

    Pelatihan dibagi ke dalam dua sesi utama. Sesi pertama disampaikan oleh Murhadi, S.Pd.T., M.Eng., yang membahas pentingnya pengenalan koding dan kecerdasan buatan di tingkat sekolah dasar, dengan pendekatan internet-based, plugged, dan unplugged. Strategi ini memungkinkan guru menyesuaikan metode pembelajaran sesuai dengan kondisi dan fasilitas sekolah masing-masing.

    Sesi kedua, dipandu oleh Hamid Muhammad Jumasa, S.T., M.Eng., memberikan praktik langsung menggunakan aplikasi Scratch, platform pemrograman visual yang intuitif dan mudah digunakan oleh siswa SD. Para peserta berlatih membuat animasi dan permainan sederhana, serta merancang pembelajaran tematik berbasis proyek.

    Antusiasme peserta tampak selama sesi berlangsung. “Pelatihan ini sangat membekali kami, terutama di sekolah dengan keterbatasan fasilitas. Sekarang saya punya gambaran jelas bagaimana mulai mengenalkan coding pada siswa,” ujar salah satu peserta guru.

    Evaluasi dan Tindak Lanjut

    Di akhir kegiatan, peserta mengisi angket evaluasi yang menunjukkan hasil sangat positif. Rata-rata skor kepuasan peserta mencapai 90%, dengan respons tertinggi pada manfaat pelatihan, kejelasan materi, dan kesiapan menerapkan hasil pelatihan di sekolah masing-masing.

    Melalui kegiatan ini, UM Purworejo menegaskan peran aktifnya dalam mendukung dunia pendidikan dasar di wilayah rural. Pelatihan ini diharapkan menjadi awal dari program pendampingan berkelanjutan untuk membangun budaya pembelajaran digital yang kontekstual dan inklusif.

  • PSTI Selenggarakan Nobar Film Pendek Karya Mahasiswa bertajuk “Mahasiswa Tidak Bercerita, Tiba-tiba Berkarya” untuk Kampanye Literasi Digital

    PSTI Selenggarakan Nobar Film Pendek Karya Mahasiswa bertajuk “Mahasiswa Tidak Bercerita, Tiba-tiba Berkarya” untuk Kampanye Literasi Digital

    Pada tanggal 18 Januari 2025 Program Studi Teknologi Informasi (PSTI) Universitas Muhammadiyah Purworejo menyelenggarakan Nonton Bareng (Nobar) Film Pendek Karya Mahasiswa Teknologi Informasi. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap karya mahasiswa. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka mengembangkan dan mendukung kreativitas mahasiswa dalam bidang teknologi multimedia.

    Kegiatan Nobar ini merupakan pameran karya mahasiswa yang merupakan luaran Mata Kuliah Teknologi Multimedia. Dosen Pengampu mata kuliah, Murhadi, S.Pd.T., M.Eng dalam sambutannya menyampaikan “Nobar ini merupakan bagian penting untuk mendorong mahasiswa menciptakan karya yang bagus dan berkualitas”.

    Nobar film pendek karya mahasiswa dilaksanakan di Auditorium Kasman Singodimejo dan di saksikan oleh mahasiswa Teknologi Informasi dan terbuka untuk umum. Film yang diputar sebanyak 18 judul dan salah satunya adalah karya dari mahasiswa asing yang ada di Teknologi Informasi. Film-film pendek yang diproduksi memiliki tema besar tentang literasi digital dan bagaimana menggunakan teknologi secara bijak.

    Mahasiswa menyambut baik kegiatan nobar ini karena banyak benefitnya bagi mahasiswa. Menurut salah Inayah Wulandari, mahasiswa semester satu menyampaikan “Proses pembuatan film ini memberikan kami kesempatan untuk berkarya dan berimajinasi secara luas. Selain itu ternyata memberikan manfaat untuk meningkatkan solidaritas dan melatih kerjasama dan kekompakan”. Mahasiswa lain yang berperan dalam salah satu film pendek juga berharap agar kegiatan ini bisa tetap di lanjutkan, “Harapan kami kegiatan nobar ini dapat diselenggarakan setiap tahun sehingga dapat meningkatkan kreativitas dan kualitas film.

    Sebagai bentuk apresiasi lain, dalam kegiatan nobar ini juga memberikan peringkat juara. Juara 1 diraih oleh tim dengan judul “Pinjol Petaka – The Movie (Pinjaman Online)”. Juara 2 diraih oleh tim dengan judul “RESET: Manusia dan Teknologi [Film Pendek]” dan juara 3 diraih oleh tim mahasiswa dengan judul Jebakan di Balik Layar – Judi Online. Penilaian diberikan langsung oleh penonton dalam bentuk vote langsung untuk masing-masing film yang sudah diputar.

  • Tingkatkan Implementasi Smart City dan Smart Village Global, PSTI UMPWR Lakukan Penjajagan Kerja sama ke PLAN Malaysia

    Tingkatkan Implementasi Smart City dan Smart Village Global, PSTI UMPWR Lakukan Penjajagan Kerja sama ke PLAN Malaysia

    Jabatan Perancangan Bandar dan Desa (PLAN Malaysia)  merupakan badan pemimpin perencanaan kota dan pedesaan di Malaysia untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat dan kemakmuran nasional di Malaysia. PLAN Malaysia menjadi lokasi kunjungan dan penjajagan kerja sama oleh Program Studi Teknologi Informasi (PSTI) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR).

    PLAN Malaysia yang bertempat di Putrajaya dipilih sebagai mitra kerja sama karena memiliki kegiatan dan bidang kajian yang mendukung Visi Misi PSTI UMPWR. Dalam rangka mewujudkan visi misi tersebut diperlukan banyak stakeholder yang dapat dijadikan tempat kegiatan,  sumber belajar dan sumber informasi. PLAN Malaysia sebagai mitra global di rasa memenuhi kriteria tersebut.

    Kegiatan kunjungan disambut baik oleh jajaran PLAN Malaysia yang dipimpin oleh Puan Syarifah Nuraida Tengku Mohd Apandi dan dari PSTI UMPWR diwakili oleh Ketua Program Studi PSTI Murhadi S.Pd.T., M.Eng. Dalam kegiatan tersebut pihak PLAN Malaysia memaparkan Framework Smart City yang ada di Malaysia dan rencana pelaksanaan Smart City sampai tahun 2040.

    Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pengambilan data joint research yang dilaksanakan bersama UiTM Cawangan Perak Malaysia dengan tema Smart City Initiatives: A Comparative Study Of Indonesian And Malaysian Cities. Penelitian ini merupakan implementasi MoU yang sudah dilaksanakan bersama antara UMPWR dengan UiTM Cawangan Perak Malaysia.

    Assoc. Prof. Dr. Tusino, M.Pd.B.I. selaku Wakil Rektor IV Bidang Kerja sama dan AIK menyampaikan bahwa keberlanjutan dari kunjungan ke PLAN Malaysia ini diharapkan ada MoU antara UMPWR khususnya PSTI dengan PLAN Malaysia, sehingga harapan PSTI menjadi Program Studi berstandar Internasional dapat segera terwujud.

    Sementara itu Dr. Jeki Wibawanti selaku Kepala KUI menambahkan agenda ini sebagai wujud perluasan kerja sama dengan mitra luar negeri dimana kerja sama tidak hanya dengan perguruan tinggi, tetapi juga dengan instansi pemerintah guna mendukung tercapainya visi misi kampus UMPWR.

     

  • Perluas Jaringan Kerjasama Riset, PSTI UMPWR Laksanakan International Joint Research Smart City dengan UiTM Cawangan Perak Malaysia

    Perluas Jaringan Kerjasama Riset, PSTI UMPWR Laksanakan International Joint Research Smart City dengan UiTM Cawangan Perak Malaysia

    Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) – Sebagai salah satu upaya realisasi perwujudan Visi Misi Program Studi Teknologi Informasi (PSTI), pada tanggal 8 dan 9 Januari 2024 dilaksanakan Internasional Joint Research dengan College Of Built Environment Directory Universiti Teknologi Mara (UiTM) Cawangan Perak Malaysia. Visi PSTI yang berupaya menjadi program studi yang unggul dalam teknologi Smart City dan Smart Village coba untuk direalisasikan dengan kegiatan tersebut.

    Dosen yang melaksanakan kegiatan Joint Research Program Sabbatical Leave dari Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) ini adalah Murhadi, S.Pd.T., M.Eng dari PSTI UMPWR dengan Dr. Lee Seng Boon dari College of Built Environment Directory UiTM Cawangan Perak Malaysia.  Assoc. Prof. Dr. Tusino, M.Pd.B.I. selaku Wakil Rektor IV Bidang Kerja sama dan AIK menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi perjanjian kerja sama internasional yang sudah terlebih dahulu di payungi oleh Memorandum of Understanding (MoU) antara UMPWR dengan UiTM.

    Murhadi, S.Pd.T., M.Eng menyatakan bahwa topik riset yang di angkat adalah tentang Inisiatif Smart City dengan judul Smart City Initiatives: A Comparative Study Of Indonesian and Malaysian Cities. Penelitian ini bertujuan untuk memotret perbandingan inisiasi Smart City di Kota-kota Indonesia dan Malaysia.

    College Of Built Environment Directory UiTM Cawangan Perak Malaysia di pilih sebagai mitra untuk melaksanakan Joint Research karena memiliki Program Studi Perencanaan Kota yang salah satunya fokus ke Pengembangan Kota dan Kota Cerdas. Selain itu, UiTM juga merupakan salah satu perguruan tinggi yang dilibatkan dalam perencanaan dan pengembangan smart city di Malaysia.

    Dalam waktu yang bersamaan, diskusi juga dihadiri oleh Gs. Dr. Norhazlan Haron dan Madam Nor Faizah dari Urusan Kerjasama Global UiTM Cawangan Perak untuk mendiskusikan bentuk-bentuk kerjasama lanjutan.

    Harapanya, dengan adanya implementasi kerja sama ini dapat menjadi ruang kolaborasi yang lebih besar antar dua Universitas secara umum dan kedua negara secara umum. Joint research ini juga diharapkan menjadi medium untuk meningkatkan kualitas riset dan memperkaya pengetahuan tentang riste dalam bidang Smart City.

    Dr. Jeki Wibawanti selaku kepala KUI menuturkan bahwa ini merupakan kegiatan pertama di luar negeri pada tahun 2025, sehingga kegiatan ini akan memotivasi prodi maupun dosen UMPWR untuk melaksanakan program Sabbatical Leave.

  • Raih Total Hadiah 35 Juta  di Mobile Apps Competition

    Raih Total Hadiah 35 Juta di Mobile Apps Competition

    Bagi yang memiliki passion dalam pengembangan aplikasi bergerak (mobile apps), ada lomba menarik dalam bidang aplikasi mobile.

    Lomba ini memperebutkan hadiah sebesar 35 juta. Tema yang di usung yaitu sekolah aman bencana.

    Persyaratan peserta yaitu: anak muda berusia maksimal 24 tahun, berkelompok maksimal 5 orang, smart creative dan innovative. Kuota peserta sangat terbatas yaitu maksimal 25 kelompok.

    Jangan lewatkan kesempatan emas ini, ayo cari pengalaman terbaik melalui kompetisi.

    Link pendaftaran: bit.ly/MobileAppsCompetitionSPAB

  • Program Akselerasi STARTUP Mahasiswa Indonesia

    Program Akselerasi STARTUP Mahasiswa Indonesia

    Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ristek Dikti menyelenggarakan program menarik. Bagi yang memiliki ide Startup dan ingin dikembangkan dengan lebih cepat dapat mengikuti program akselerasi ini.

    Program ini bertujuan untuk memberikan insights dan pendampingan dalam pengengembangan startup mahasiswa. Founder startup juga berkesempatan mendapatkan akses finansial dari Angel Investor dan Venture Capital. Program ini juga memebrikan peluang untuk memperluas ecosystem bersama penggiat startup yang sudah berhasil.

    Syarat mengikuti program ini sebagai berikut:

    • Mahasiswa Aktif
    • Memiliki Startup yang sudah berjalan
    • Memilki Pitch Deck dalam bahasa Inggris.

    Ayo tunggu apalagi, daftarkan startupmu sebelum tanggal 10 Agustus 2019.

    Jadwal Pelaksanaan Program Akselerasi Startup 2019

    • Pendaftaran dan Upload Usulan 5 Juli – 10 Agustus 2019
    • Seleksi 12 – 22 Agustus 2019
    • Pengumuman 30 Agustus 2019
    • Accelerator Camp 16 – 23 September 2019
    • Mentoring 1 Oktober – 14 Nopember 2019
    • Startup Summit 22 – 25 Nopember 2019

    Informasi selengkapnya dapat di akses di https://sim-pkmi.ristekdikti.go.id/